Social Icons

Pages

Showing posts with label all about me. Show all posts
Showing posts with label all about me. Show all posts

Friday, April 6, 2018

Elegi

Menendang batu kerikil di jalan, tidak pernah mereka lakukan saat berjalan di bawah hujan. Manusia biasanya tidak melakukan hal yang sia-sia seperti itu secara sekaligus. Meskipun banyak manusia itu rakus, tapi bukan untuk kesia-siaan.

Mencoba kembali merunut beberapa pikiran yang lalu untuk dituang ke dalam bentuk tulisan, setidaknya agar cemas ini cepat mereda. Lalu aku bertanya, adakah kecemasan yang lebih besar daripada mencemaskan masa depan? Karena kukira, ada yang lebih menyiksa daripada itu, yaitu rindu. Aku pernah berkata, bagaimana mungkin rindu yang begitu menyiksa ini disebut kebahagiaan? Tapi kukira wajar, lebih baik tersiksa rindu daripada terus diselimuti kecemasan akibat ketakutan menghadapi masa depan. Manusiawi sekali, takut akan hal yang belum tentu terjadi. Aku tak peduli dengan perkataan motivator-motivator pintar itu, yang melarang-larang kita untuk jangan cemas. Bagiku, harapanku muncul akibat kecemasanku, dan harapanku ini yang menghidupkanku, bukan perkataan mereka.

Itu mungkin hanya alasan bagimu, seperti berkata "aku susah jatuh cinta", padahal menurutku, tidak ada istilah susah jatuh cinta. Kita klaim susah jatuh cinta saat mengalami kesendirian, atau jawaban pembenaran menutupi kesepian. Jarang manusia ingin terlihat lemah, tapi kadang saat lemah ingin dikasihani.

Mungkin saatnya menikmati kecemasan, barangkali itu hal yang paling mudah untuk dilakukan. Karena bagaimanapun, jalan keluarnya tetap dari bagaimana kita menyikapinya. Seperti permintaan maaf dari mantan, hanya menambah penderitaan, bagi mereka yang masih merasakan cinta, setelah itu berlalu. Lalu apa hubungannya? Kukira tidak ada. Ingin saja aku untuk sedikit mencurahkannya. Sudah kubilang, aku sedang cemas, kuharap kau maklum.

Berbicara tentang curahan hati, beberapa sajak berhasil kubuat, untuk dia yang masih kurindukan. Untuk dia yang tak pernah kuharapkan untuk bertemu kembali. Aku hanya menyiksa diri dengan rinduku, bukan menginginkannya, bukan. Jangan salah paham.

"Pada akhirnya mereka yang pergi telah melewati dua hal: kebaikan atau keburukan. Menyesalinya atau mensyukurinya, itu juga berarti merelakannya ialah hal yang pasti."

"Kini kau bahagia, setidaknya klaim itu mencukupkanku untuk tidak lagi memikirkanmu apalagi mengharapkanmu kembali, kini kau bahagia."

"Alasanku pergi ialah agar bukan kau yang menderita akibat melepaskan dan mengubur perasaan, seperti aku sekarang."

"Kebencianmu terhadap orang yang (pernah, atau mungkin masih) kau cintai, yang berarti itu aku, adalah yang membuatmu semakin kuat."

Cukup, hanya itu. Cemasku masih tak mereda, meski sudah kualihkan pada rindu, ini menyiksa. Sudah cukup aku mencemaskan diriku sendiri, tak perlu kutambah mencemaskan dirinya juga. Dengan merindukannya, lalu membuat sajak, sedikitnya menambah kecemasanku. Aku cemas jika sajak-sajakku ternyata salah.

Jika menurut Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang menyatakan bahwa perkembangan manusia merupakan pembawaan sejak lahir/bakat. Sehingga dengan itu setiap manusia diharapkan mampu memunculkan bakat yang dimiliki, serta bisa mengoptimalkan bakat yang dimiliki dikarenakan telah mengetahui bakat yang bisa dikembangkannya. Kupikir saat ini, merindu adalah bakatku, dan aku pun bisa mengembangkannya. Kupikir, aku sangat suka apabila dirindukan. Kupikir, ia juga akan suka, namun aku kembali cemas karena takut ia tidak, karena aku yang merindukan. Aku urungkan niatku untuk mengembangkan bakatku ini. Lebih baik begitu.

Jika cemas ini hanya sekedar menakuti, tanpa mengubah menuju perubahan yang baik, maka betul waktu hanya berlalu dengan percuma. Cemas ini muncul, karena pernah melalui dan mengalami situasi, di mana aku tidak dapat melakukan apapun saat sekitarku membutuhkan pertolongan. Sengaja kugambarkan secara implisit, yang jelas saat itu sangat tidak mengenakkan, bahkan menangis pun aku tak pantas. Bukan dramatisir, bayangkan saja. Sungguh, tidak ingin lagi ada dalam situasi tersebut.

Terdapat konsep dalam setiap pemikiran manusia. Saat tidak dimengerti, barangkali itu masih tampak seperti paradoksal, tidak semua dapat memahami paradoksal. Cemas ini bukan hanya tentang elegi, namun juga menyimpan banyak makna. Tanya sekitarmu, berapa banyak kekuatan itu muncul akibat kecemasan? Cemas nanti hujan, maka membawa payung. Cemas esok tak bisa makan, maka bekerja. Cemas akan mengecewakan, maka berusaha berbuat benar. Dan menghilangkan kecemasan, kukira itu tidak perlu, cukup diredakan, selama itu masih memberimu banyak harapan.

Thursday, December 22, 2016

Gayung Bersambut

Not try to show you part of me, no one else can find. Estetika sebuah pertahanan diri yang mulai gugus seiring waktu. Tembok kokoh pernah dibangun, bahkan diperkuat, dijaga, tak seorangpun diijinkan untuk masuk. Silahkan, bagi mereka yang ingin sekedar mengintip, dan nilai sesuka kalian. Aku tak akan pernah perduli.

Makna sering disalah arti, tanda tak pernah selalu pasti. Kita sering salah, dan akan salah lagi. Lepaskan apa yang tidak sesuai dengan anganmu, lihatlah apa yang ingin kau lihat, dengar apa yang ingin kau dengar, cium apa yang ingin kau cium. Meski dengan begitu kau menjadi cukup picik sebagai seorang manusia.

Apa yang tidak kau mengerti adalah apa yang harus kau cari, apa yang tidak kau pahami adalah apa yang harus kau pelajari. Pernah tertarik untuk membaca sebuah buku bukan berarti ingin untuk memilikinya, pernah memuji bukan berarti menyukainya. Masih berani menafsirkan apa yang tidak kau pahami? Setidaknya kita pernah mencobanya, walau gagal. Disukai itu menyenangkan, diperhatikan itu menenangkan. Jangan disalah arti, kebaikan tidak harus selalu menyembunyikan maksud. Kita hidup di satu zaman tapi mungkin dalam perspektif yang berbeda, tidak perlu gusar, tidak perlu berlebihan, semua yang menurut Anda (kalian) tampak rumit sebenarnya sangat sederhana. Tidak lebih rumit dari jatuh tempo sebuah cicilan.

Yang menjadi pertanyaan, adakah yang pernah dihubungi malam hari, bertukar suara yang berat, menggema untuk membahas sesuatu yang tidak pernah penting namun berarti? Atau dimintai pendapat soal warna sepatu yang bagus? Minimal dua itu saja, ada? Jika tidak maka kekhawatiran, asumsi, pendapat, claim, dan pengamatan anda (kalian) selama ini artinya hanya sekedar apa yang ingin kalian yakini. Karena nyatanya tidak seperti yang dirumitkan.

Pada akhirnya mereka yang pergi telah melewati dua hal: kebaikan atau keburukan. Menyesalinya atau mensyukurinya, itu juga berarti merelakannya ialah sebuah hal yang menjadi semestinya.


Seorang pria tua pernah bertanya, “apa yang kau sukai, Nak?”

“Aku tak pernah benar-benar menyukai sesuatu begitu dalam, hingga harus aku ingat-ingat dan kuceritakan pada orang lain.” Jawabku.

“Kalau ada yang menyukaimu? Pasti kau akan bahagia, lalu kau ceritakan pada orang lain.” Pria tua itu percaya diri.

“Aku pasti senang, namun menceritakannya pada yang lain bukanlah berbagi senang, namun menyuapkan ego dan kesombonganku yang dipaksakan untuk mereka makan, mereka cerna.”

“Ternyata, kau tidak pernah berubah, selalu sulit ditebak, bahkan di lingkungan keluargamu sendiri, anakku.”

“Di lingkungan manapun tepatnya, Pih.”

Banyak mata yang dirasa terlalu fokus pada satu titik, menilai berdasar apa yang tampak, membedah apa yang tersirat. Bagaimana bisa melihat seperti apa isi rumah jika hanya menengadahkan kepala dari luar halaman? Jika ada akan kuangkat topi dan tepuk tangan dengan penuh apresiasi.
Jika tidak, tak mengapa.

At least we tried :).

Saturday, April 30, 2016

Satu Kalimat Yang Tak Sempat Kuucap

It has to end to begin. Hanya awal yang menjadi begitu sangat indah. Akhir ini pahit, meski sudah pernah aku duga. Ia yang mengakhiri cerita ini bukan dengan cara berpaling, bukan dengan penolakan. Ia mengakhiri dengan elegan; menerima pinangan pria yang bukan aku. Aku kalah, meskipun ini bukan kompetisi. Aku marah, namun entah pada siapa. Aku lemah, walau tak ada yang menekan. Sebab mungkin karena aku tak mampu untuk menyalahkan siapapun, menyalahkan apapun selain diriku sendiri. Padahal hanya dia yang benar-benar kuinginkan, namun Tuhan tidak menghendaki.

Hanya sanggup sampai tahap mencintai, namun untuk dapat memilikimu butuh lebih dari sebuah mukjizat. Tuhan maha mengetahui, termasuk doaku, namun tampaknya ia lebih senang menyelamatkanmu agar tidak bersamaku.

Aku tak pernah bicara pengorbanan, sebab apalah kemurnian dari sebuah pengorbanan jika dihitung. Aku juga tak pernah bicara cinta, sebab apalah arti cinta jika diucapkan saja tidak pernah. Meskipun aku pernah bermaksud untuk mengucapkannya padamu, namun Tuhan benar-benar menyelamatkanmu. Kau tentu ingat saat kepulanganku dari Jepang, dan sakitmu saat itu adalah bentuk penyelamatan dari Tuhan sehingga kau tak dapat kutemui hingga waktu liburmu telah habis. Kau pun kembali ke Jerman. Tuhan juga tahu bahwa aku akan terluka, hanya saja aku yang terlalu bodoh menyadari itu semua, melawan kehendak-Nya. Tuhan tahu karena selalu ada namamu dalam setiap doaku. Setiap doa demi kebaikanmu pasti Ia kabulkan, namun doaku untuk dapat memilikimu tidak Ia hiraukan. Yang berarti bahwa aku bukanlah kebaikan tersebut. Pria yang kau pilihlah kebaikan itu.

Tidak mengapa, hidup tak terlalu jauh dengan luka, setidaknya bagi diriku. Pain made me grow up. Dan asal orang yang dicintainya bahagia, bukan? Aku tak pantas menangisi, kau tak pernah menyakiti. Aku tak pantas bersedih, pilihanmu ialah doaku juga. Namun aku tak dapat memungkiri bahwa aku sedang berusaha berbahagia, walau nyatanya aku tak mampu. Aku pikir ini cinta, entahlah. Yang jelas untukmu kubuatkan buku saat yang lain hanya kubuatkan puisi, kubuatkan syair.

Pada akhirnya Tuhan mengabulkan doaku untuk dapat melihatmu, menemuimu. Bukan di The Loft tempat kita pertama kali makan malam, bukan pula di Sober tempat kau habiskan rasa penasaran. Atau, di manapun tempat aku bisa utarakan kalimat yang tak sempat kuucap, bukan. Aku melihatmu saat kau bersanding dengan pria pilihanmu. Aku menemuimu sebagai tamu. Yang artinya, itu mungkin menjadi yang terakhir kalinya aku menemuimu. Tak akan kutulis selamat berbahagia di sini. Seperti kubilang, selalu ada namamu dalam doaku.

Monday, July 22, 2013

Arsip 24 Maret

Aktivitas sebenarnya bukan sebuah masalah besar akan rutinitas membaca dan menulis, hanya saja mungkin teralihkan oleh hal yang dijadikan rutinitas sementara. Entah kemana saja, atau darimana saja, yang sungguh tidak terasa jika tulisan ini baru kembali dimulai (mungkin) setelah sekian lama tidak pernah disentuh.

Ada yang datang ada yang pergi, fase demi fase dilalui begitu saja. Entah kemana resolusi-resolusi dulu, ketika dihitung mungkin beberapa saja yang dapat terealisasi, entahlah.. hidup memang seperti ini. Berbicara soal kehilangan, sepertinya tidak seorangpun yang tidak merasa takut kehilangan.. Terlebih sesuatu itu penting, berarti, bermakna, dan sangat membekas.

Beberapa bulan lalu, kehilangan yang sangat besar begitu terasa (hingga saat ini). Yang tidak akan pernah terganti, yang akan selalu ada dalam lubuk hati yang terdalam, yang selalu menjadi cinta pertama, yang selalu menjadi orang yang paling tulus.. dalam segala kondisinya, Mama ..

Penyesalan itu hinggap ketika janji-janji yang pernah terucap sudah dirasa sia-sia tanpa adanya kehadiran beliau meski itu terealisasi, meski nyatanya tidak ada yang sia-sia. Bukan hanya soal janji, bukan hanya soal balas budi.. Minimal membuatnya semakin sadar bahwa anaknya ini benar-benar mencintainya, ingin melihatnya bahagia.. dan beliau dapat pergi dengan tenang.

Ada cerita dibalik ini,
selalu ada cerita ..
dalam perpisahan, serta pertemuan
selalu ada cerita ..

Monday, December 31, 2012

Catatan 31 Desember, 2012

Rumah Mama, malam kedua semenjak kondisi Mama semakin buruk dan merasakan waktunya sudah dekat menuju ajal. Seluruh keluarga dipanggil satu-persatu untuk dimintai maaf, kolega, hingga tetangga pun Ia sebutkan. Suasana sedih dan haru meliputi rumah kecil ini. Air mata dan isak tangis tak hanya dicurahkan oleh keluarga, tetapi yang hadir pada saat itu ikut merasakan kesedihan yang teramat dalam itu.
 
Malam ini, masih merasakan sakit pada bagian betis, sedikit pegal mungkin. Efek kemarin berlari sekuat tenaga dari jarak sekitar 3km saat mendengar kabar dari Kakak tentang kondisi Mama, kebetulan yang saat itu aku sedang dalam perjalanan menuju sana. Hanya saja macetnya kota Bandung sedikit menghadang. Hari Sabtu, seperti biasanya.
Aku yang pada saat itu duduk disamping kursi kemudi, langsung membuka pintu mobil dan langsung berlari menuju rumah Mama, karena kemacetan itu dirasa akan sangat lama untuk dilewati, aku takut tak cukup waktu. Ditambah ketakutan akan panic attack, karena kakakku yang duduk di kursi belakang sudah menangis sejadinya.
Pada malam kedua ini, sedih rasanya saat menjaga Mama, memang semenjak hari pertama seluruh anak-anaknya semua menginap disini, kecuali anaknya yang ke 3, yang harus pulang ke Jepang meskipun tadinya Ia ingin mengurungkan niatnya untuk pulang.
Aku menjaganya sampai pukul 04.30, memberinya minum, membetulkan posisi tidurnya, mengelus tangan, kaki, serta punggungnya, dan mendengarkan Ia berbicara meskipun terbata-bata.
Semangat Mama sangatlah luar biasa, hanya saja akhir-akhir ini Ia sering mengeluh tidak kuat, capek, sakit. Bahkan tadi, Ia memohon Malaikat Maut untuk segera mencabut nyawanya, benar-benar seperti mendengar sebuah petir yang menggelegar.
Bagian paling membuat suasana ti'ing adalah saat Mama memaksakan menggerakkan tangannya untuk mengusap kepalaku, dengan susah payah Ia berkata "kasihan anak Mama, sebentar lagi ditinggal Mama". Hanya pada malam ini, atau memang semenjak kejadian itu, aku seakan seperti orang bisu, yang kebingungan untuk mengucap sepatah kata pun, entah kenapa.
Ada pula, saat Mama ingin duduk, dan kepalanya menyender pada bahu Apihku (Ayah). Seraya itu juga Apih memeluk Mama, sungguh hanya aku saksi hidup pada saat itu, indah.. Benar-benar sesuatu yang indah.
Akupun tersadar sebuah hal, Cinta.
Cinta sejati Mama, adalah Apih, Ayah kandungku.
Cinta kalian abadi
Dikaruniai anak-anak yang sangat mencintai kalian

Thursday, December 13, 2012

Mama :(

Tak pernah terpikir sebelumnya, bahwasanya perjalanan seseorang ada pada tahap pemberhentian. Tak terlepas tujuan itu sudah terselesaikan, atau terlupakan seiring waktu yang semakin hari semakin tak terasa berlalunya. Entah ujung jalan itu tergambar seperti apa, yang jelas setiap insan memiliki sebuah pencapaian dalam perjalanannya itu. Dan aku selalu meyakini bahwa sebuah kesederhanaan akan jauh lebih bermakna.
Semangat itu fluktuatif, semangat itu tidak menentu. Dan terkadang semangat yang menggebu-gebu akan mengalami penurunan secara bertahap. Kondisi yang membuat kita dapat selalu membuka mata agar lebih realistis dalam menjalani segala sesuatunya.
Ada cerita, tentang seorang wanita luar biasa yang memiliki semangat juang besar dalam hidupnya, yang terus bertahan melawan penyakit yang sedang dideritanya, Mama. Sekitar 8 tahun lebih beliau seakan berperang melawan sakitnya. Diabetes menurut catatan medis. Hanya saja keadaan ini semakin diperparah dengan komplikasi pada organ-organ dalam yang lainnya, yang juga disebabkan oleh diabetes itu sendiri karena penyakit ini menggerogoti organ-organ dalam siapapun pengidapnya.
Semangat itu tak pernah surut, meski pada kenyataannya entah berapa kali beliau harus keluar masuk rumah sakit pada tahun 2012, tidak terhitung.
Ada yang begitu mencengangkan, ketika membaca sebuah pesan dari kakak yang sedang menjaga beliau. Kakak mengabarkan bahwa kondisi Mama semakin memburuk setelah sekitar 2 minggu yang lalu keluar dari rumah sakit. Kakak memberitahu bahwa sekarang Mama mengalami sesak nafas, dan selalu mengeluhkan kesulitan dalam bernafas. Dan begitu kaget bahwa beliau meminta maaf kepada Apih (Ayah) dan juga semua anak-anaknya, beliau juga meminta semua anak-anaknya agar berkumpul dirumahnya karena beliau merasa waktu nya sudah semakin dekat...
Entah ini apa, pertanda apa. Aneh rasanya mendengar Mama seakan sudah tidak semangat lagi, biasanya beliau bukan hanya bersemangat tapi juga bisa memberikan motivasi kepada semua anak-anaknya, luar biasa bukan?
Apapun itu, apapun yang terjadi. Aku hanya berharap kondisi Mama akan terus membaik, secepatnya.  Menyesal rasanya ketika menerima kenyataan bahwa aku sendiri belum dapat menjadi seorang anak yang membanggakan, yang membalas segala jasa-jasanya, membahagiakannya terutama. Meskipun usaha untuk mencapai itu tidak pernah berhenti. Ada hal yang mengganjal, ketika merasa bahwa selama ini aku hanya bisa menyusahkan beliau saja.
Tangisanku tak dapat tertahan, ketika mendengar bahwa Mama hanya menginginkan anak-anaknya berkumpul. Dengan segala yang dideritanya, beliau masih menunjukkan bahwa kesederhanaan itu jauh lebih bermakna. Terima kasih, Mama...

Tuesday, August 2, 2011

Kehadirannya part II ..

mata mencuri sebuah hal yang indah untuk dilihat
semua terlihat begitu semu, dan tak seorangpun tahu
hal lain tak tersentuh, begitu mengutarakan mereka mengerti
tak selalu benar yang terasa, tak selalu tepat yang terucap
karena begitu, mereka tersenyum, mereka tertawa

ada duka, ada kebahagiaan, ada pertemuan, ada perpisahan
semua terjadi begitu saja, meninggalkan luka
tidak semua mereka sadari, apalagi tentang rasa sakit
mungkin mereka begitu, karena mereka menginginkannya
menjadi sebuah nilai dalam menjajaki langkah di dalam sana

segala bentuk kehadiran, adalah sebuah potensi
potensi dimana menjadi yang diinginkan, dan tidak diharapkan
andai mereka mengerti bahwa warna tak selamanya indah
untuk apa mereka membandingkan semua itu
selalu ada hal yang lebih baik saat itu menjadi baru

begitulah pasang surut, roda perputaran, dan warna kehidupan
tetapi duka lama tampak redup ketika kembali melihat mata yang tercuri saat itu
indah terasa, senyumannya, hangatnya, juga perhatiannya
semua seakan mengalihkan segalanya
yang tadi itu duka, berubah menjadi tawa

seakan menghapus semua duka, mungkin ini yang kedua
normal ketika itu dilewati biasa, dan yang baru menjadi lebih berarti
entah mengapa, mungkin baru mengalaminya, atau memang lupa pernah merasakan itu
yang jelas, membahagiakan, sungguh membahagiakan
mungkin waktu yang akan menjawab ini

semoga kebahagiaan ini tak hanya berlaku dalam hari-hari ini saja
berlanjut hingga sampai terlihat sebuah gerbang ..
yang diharapkan dapat dilalui bersamanya
sehingga semua itu menjadi indah
dan yang indah, ketika semua dimulai dari nol.

Tuesday, April 20, 2010

Pengabdian yang Disertai Kesederhanaan

Melenyap sekejap dari sebuah fikiran yang terus mengisi otakku, serta mengandalkan sedikit intuisi yang memang selalu dibutuhkan di berbagai aktivitas. Semua seakan nyata di ruangan tertutup itu, meski hanya selintas terdengar suara-suara berbisik dari orang-orang yang berada di ruangan itu.
Merebahkan tubuh ini begitu mahal rasanya ketika semua aktivitas tidak dirasakan dengan berlebih, lalu bisa menemukan waktu yang bisa menenangkan seluruh fikiran. Seluruh isi dari ruangan itu kutatap, tak terkecuali dengan orang-orang yang ada saat itu, tak terdengar jelas ucapan dari mulut mereka, karena menurutku tidak semua ucapan itu adalah penting, meskipun sedikit naif untuk menyadari hal ini, karena jika didengarkan dengan baik, itu semua merupakan informasi yang sangat penting, namun perhatianku tidak tertuju kesana.
Hingga aku sendiri tertegun dengan percakapan yang kudengar, tentang kesederhanaan seseorang, dengan kemampuan yang terbatas, namun ia bisa memanfaatkan seluruh waktunya untuk berarti bagi orang lain, dan tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang telah ia lakukan, murni atas pengabdian seseorang dengan perasaan yang ia rasa.
Mengurus seseorang bukanlah hal yang sangat mudah, mengingat itu adalah orang lain, bukan anggota keluarga sendiri, dan ia mengabdi kepada seorang kakek-kakek yang telah lanjut usia, yang waktu itu sedang berbaring di ruangan Rumah Sakit, dan tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan mengucapkan sebuah kata pun kakek itu tak sanggup, tetapi wanita itu tetap setia mengurusnya, bahkan suster Rumah Sakit itu pun kalah dengan pelayanan dan pengabdian darinya.
Keluarga dari sang kakek menyarankan agar wanita itu kembali ke Panti tempat dimana ia berasal, karena memang Dokter Rumah Sakit pun sudah tidak menyanggupi untuk menanggulangi penyakit kakek itu, namun wanita itu menolak dengan nada yang lembut, lalu mengucapkan beberapa kalimat, "saya tidak akan pulang dulu, nanti saja, saya sayang sama kakek. Saya akan pulang kalau kakek "pulang".
Aku tertegun mendengar semua kata-kata itu, mengingat wanita itu bukanlah siapa-siapa bagi keluarga sang kakek, hanya seorang pekerja yang ditugaskan mengurus kakek keluarga itu. Tetapi kesederhanaan dan pengabdian yang diberikan begitu besarnya, hingga ia rela menghabiskan banyak waktunya untuk mengurus kakek itu.
Mataku berkaca-kaca setelah kalimat itu terucap, aku berfikir di dunia ini masih banyak orang-orang yang baik, orang-orang yang perduli terhadap orang lain, orang yang kurang mampu tetapi bisa memperkaya dirinya dengan memberi arti dan pengabdian. Bertolak belakang sekali dengan realita yang ada di kota-kota besar, termasuk kota yang aku singgahi sekarang, tempat dimana aku dilahirkan.
Fenomena ini begitu membuat aku tersadar akan banyak hal, dan mempertegas bahwa materi bukanlah segalanya, kebutuhan tidaklah selalu menjadi tuntutan, dan dengan kesederhanaan, hal sekecil apapun bisa menjadi sebuah hal yang sangat besar.
Semoga saja kedepannya aku dapat bertemu lagi dengan fenomena-fenomena seperti ini, dan bahkan aku sendiri yang membuat fenomena itu.

Semoga saja ..

Saturday, February 6, 2010

Ketua dan Sekjend BEM Fikom Periode 09/10 ..








MENJEMBATANI SELURUH MAHASISWA FIKOM UNISBA UNTUK BERGERAK BERSAMA MENUJU PERUBAHAN YANG LEBIH MAJU DAN SIGNIFIKAN.

Mohon doa dan dukungannya kawan-kawan ..

Wednesday, January 13, 2010

the Other Side of ...

tak lama setelah perjalanan panjang ., ada kalanya itu harus beristirahat ., tapi ku hanya berharap tidak semuanya berjalan lamban ., dimana titik itu ada ., harus ada pula titik dimana aku berdiri ., dan meneruskan segalanya ..
mengharapkan semuanya terasa indah ., dengan suatu hasil yang sangat signifikan ., walau tak kunjung tiba ., aku rindu itu .. sungguh rindu ..
awal ku diam ., awal ku bicara ., namun satu inti dibalik itu semua ., aku kesepian ..
sekiranya aku bisa memberi solusi ., terkecuali pada diriku sendiri ., semua seakan hilang tertiup angin ., tersapu ombak ., terbakar api ., terkubur tanah ., dan kiranya ku dapat terus berdiri melawan itu semua selama mungkin ..
tak pernah terpikir olehku ., dimana seharusnya aku bukanlah seorang aku yang sekarang ., dengan semua aku di dahulu ., seharusnya aku memiliki sifat serta sikap yang dapat terbilang abnormal ., namun semuanya ku tepis ., dimana aku membentuk diri secara sengaja dengan dibekali akal serta fikiran yang selalu membawa ke jalan yang lebih logis .,
menetap di sebuah pulau dan berharap hanya 1 orang yang mengerti itu menemani aku ., selamanya ., sekiranya itu sekarang terfikir masih jauh ., dan semakin jauh ., menepis semua angan dan harapanku ., walau kubenci hal yang membunuh suatu harapan ., tetapi tak dapat tersangkal ., harapanku telah ternoda ..
tak ada sama sekali keberadaan diriku yang dapat kubanggakan ., semuanya terlihat semu ., terlihat abstrak ., pola fikir yang luar biasa pun tak pernah dihasilkan oleh otakku ., perkataan bijak tak pernah aku lontarkan ., sikap yang terpuji tak pernah aku tunjukkan ., tidak ada yang menarik didalam diriku ..
sekiranya semua mengira akulah si pesimis itu ., tidak .. sungguh ., aku hanya sedikit meneteskan air mata meskipun tanganku masih mengukirkan tulisan ini .. aku masih sanggup berjalan ., bahkan berlari ., aku hanya merasa kesepian ..
aku tak pernah berharap diperdulikan dimanapun ., namun kiranya aku yang berusaha perduli dan mengerti apapun ., dan aku berusaha untuk tidak menjadi seorang munafik ., bahwa sedikitnya aku pun ingin wadah untukku sendiri berbagi ., berbagi semua keluh kesahku ., berbagi kekesalanku ., berharap solusi ., bukan hanya jawaban "sabar ., takdir ., nasib ., dsb" .. aku sudah tahu dengan kata-kata itu semua ., aku mengerti ., aku hanya ingin solusi ..
mengapa ?? apakah aku terlalu kaku ?? terlalu monoton ?? terlalu membingungkan ?? terlalu aneh ?? terlalu menyedihkan ?? terlalu kasihan ?? aku tak pernah menganggap itu semua ., aku sama seperti kalian ., dilahirkan ., dibesarkan ., disekolahkan ., lalu apa ??
malas dengarku cerita ?? ya ., karena ceritaku selalu berbeda ., kenapa ?? terlalu panjang ., ya ., agar kalian mengerti ., kenapa ?? aku mengharap solusi ..
andai itu semua dimengerti ., pasti yang mendengar memelukku ., tidak menyangka bahwa itu aku ., bertolak belakang dengan semua senyumku ., berbeda dengan keadaan yang ada padaku ., mungkin juga dianggap cerita ngawur ., history pahit ., atau bahkan mengada-ada ., disebutlah aku makhluk kaku ., disebutlah aku makhluk pendramatisir ., disebutlah aku romantis ., disebutlah aku pesimis ., atau bahkan optimis ., disebutlah aku tegar ., disebutlah aku rapuh .,
yang jelas aku .,
kesepian ..

Thursday, January 7, 2010

Politik Kampus (Fikom Unisba) yang Membingungkan

Diskusi telah dilakukan ., rekomendasi telah disebutkan ., dan solusi telah ditemukan ..
aku kira sebelumnya ., bahwa ini semua berkaitan dengan kepentingan ., ternyata tidak ., mereka yang mendukungku menyuarakan demi kepentingan Fikom Unisba ., mereka hanya menitipkan aspirasi serta masukan untuk Fikom yang lebih baik ., tidak ada kepentingan organisasi yang lainnya ., sungguh mencengangkan ., karena itu sebelumnya dipandang sebelah mata oleh banyak kalangan ., namun faktanya ., tidak sama sekali ..
Diskusi itu dilakukan hanya 6 orang ., yaitu aku ., Levana ., Ucup ., Hari ., mereka bertiga adalah pengurus BEM Fikom periode 2008-2009 ., dan 2 orang lagi ialah Vidi (Aktifis kampus dari organisasi FAMU) dan juga Ipuy (Nurani Fitri) sebagai ketua DAM periode 2009-2010 .. semuanya menyuarakan bagaimana nasib Fikom di generasi kita ., 2007 ., serta peta kekuatan dari 2007 sendiri ., sehingga muncullah rekomendasi agar aku maju untuk mencalonkan diri menjadi Calon Ketua BEM Fikom .,
namun karena ada sesuatu hal yang membuat aku tidak bisa mencalonkan sebagai ketua BEM Fikom ., selanjutnya aku merekomendasikan Levana untuk maju menjadi calon Ketua BEM Fikom selanjutnya ., lalu mereka ber 5 merekomendasikan aku untuk menjadi SekJend periode kepemimpinan Levana ., sekaligus mendampingi serta mem-Back up Levana ., dan Levana pun mengaku siap ., aku sendiri ., siap ..
untuk semuanya ., semuanya ..
mohon doa serta dukungannya ., agar semua rencana ., harapan ., serta impian kita terwujudkan ., guna memajukan Fikom Unisba .,
aku menjanjikan sebuah fakta ..
dimana semua tanggung jawab itu akan direalisasikan ..
tidak ada kata No Action Talk Only ..
dan tidak ada kata Bacot ON Skill OFF

tetapi semuanya akan dibayar oleh Fakta ..
karena aku mencintai sebuah Fakta ..
semoga saja ..

Saturday, December 26, 2009

sakit ., lama-lama mati jika terus seperti ini

sekian lama dari perputaran waktu yang terjadi di dunia ini ., serta tempat yang kita singgahi ., bumi ., sungguh ada terlihat suatu waktu yang terbuang dengan sangat sia-sia ., tidak dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat ., semuanya terasa mati ., tiada kehidupan disini ., tetapi itu justru menjadi suatu kebiasaan dari makhluk tanpa fikiran yang dinamis ., tidak memiliki otak yang cukup inovatif untuk melakukan sesuatu ., kreatifitas juga minim ., mungkin itulah tepatnya ..
situasi dan kondisi seperti ini sungguh sangat banyak kita jumpai dari hari senin hingga minggu ., dari januari sampai desember ., dan inilah dipenghujung bulan itu ., sabtu ., cuaca seakan tidak pernah mendukung untuk hari ini ., maaf ., aku tidak pernah ingin memaki atau menggerutu pada cuaca ., karena disitu aku melihat keesaan Tuhan ., hanya saja aku ingin ini berjalan lebih baik ., aku tidak ingin mati didalam kamarku sendiri ! dan terlebih aku tidak ingin mati sekarang ! sebab lama-lama seperti ini dapat membuatku mati ., hal seperti ini dapat membuatku seperti tidak ada kehidupan sama sekali ., bahkan aku menganggap diriku ini mati ..
where's my friends ?? semuanya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing barangkali ., atau mungkin mereka malas untuk mengajakku beraktifitas ., entah karena apa dan disebabkan apa ., bertanya sana-sini hanya dijadikan becandaan ., padahal aku mengharap sebuah solusi dimana aku dapat keluar dari situasi seperti ini ., sekali lagi aku ucapkan ., aku tidak ingin mati sekarang !
di malam yang selarut ini baru ada solusi yang tepat ., ahhh ., hanya ini ternyata yang tersisa ., untuk selanjutnya juga seperti ini saja ., mungkin hanya ini juga yang dapat menampungku ., mungkin .,
jenuh ., mungkin karena banyak fikiran-fikiran yang menggangguku.,tetapi untuk esok ., dan seterusnya ., hal seperti ini tidak akan terjadi lagi ..
tidak ..

Friday, December 25, 2009

Apakah harus mencalonkan diri menjadi ketua BEM fikom ??

kisruh yang terjadi di kampus biru sungguh melelahkan ., sangat disayangkan sekali setelah apa yang telah terjadi kemarin-kemarin ., mungkin sebagian yang sama seperti aku ., netral ., sedang dalam posisi yang sulit dalam menempatkan diri ., karena apa ?? karena masing" lembaga ingin menempatkan dirinya serta kepentingannya di situ ., seolah menjadi warna dan trend baru ., sehingga dominasi himpunan ., keluarga mahasiswa ., dan lembaga kefikoman didominasi oleh para wanita ., entah seperti apa ke depannya ., maaf ., bukan aku tidak percaya ato meragukan kalian ., tetapi aku hanya bertanya-tanya mengapa menjadi dominasi wanita ., tetapi hal ini tidak akan menjadi masalah selama kinerja dari masing" pihak sangat baik ., yang terpenting ., kita sama-sama bertujuan memajukan fikom ..
dukungan serta perbincangan telah banyak dari berbagai fihak ., dari teman-teman dekatku ., yang se fakultas maupun yang berbeda fakultas ., bahkan namaku sudah dijadikan isu bahwa aku akan maju sebagai ketua BEM Fikom .. banyak alasan mereka dalam mendukung aku ., tetapi ., masalahnya ada padaku ., karena aku belum berminat dalam berorganisasi ., tapi itu hanya berlaku untuk saat ini ., entah apa yang akan terjadi di kemudian hari ., aku berharap yang terbaik saja ..
tetapi hal apapun bisa terjadi ., jika kondisi serta situasi memungkinkan ., maka yang terjadi ., terjadilah ..

Wednesday, December 23, 2009

Entah Ini Apa ?

sungguh sangat privacy sebenarnya ., tetapi ingin saja coretan ini menghiasi tautan-tautan yang lainnya ., mungkin inilah yang aku rasa saat ini .,
hanya beberapa orang saja yang tahu ., tetapi ., jujur ., aku merasa sangat-sangat sedih oleh ini ., kecewa mungkin ., aku tidak tahu pastinya ., tetapi dapat dipastikan bahwa keadaanku tidak sama dengan hari-hari sebelumnya ., bahkan berputar 180 derajat mungkin ..
tidak dapat kuceritakan semua isinya ., hanya bentuk kekesalanku saja mungkin agar digambarkan dengan sangat jelas bahwa aku sekarang adalah ini .. dan ini mungkin berjalan selama satu tahun ., atau mungkin aku sendiri dapat merubah itu ., karena ini terkait bukan hanya denganku ., tetapi dari berbagai macam instansi ataupun substansi yang benar-benar sangat hidup ., dan aku ditengahnya telah tersesat ., bingung menentukan sebuah pilihan ., konsekuensinya pun tak main-main ..
hanya saja aku masih memiliki fikiran sebelum melangkah lebih jauh ., masih dapat ku berfikir bahwa suatu saat konsekuensi yang aku ambil ini sangatlah menentukan aku ke depannya ., juga mereka yang sekarang ada denganku ., dan aku ingin membuat semua ini menjadi tenang ., dimana itu sebelum fikiran ini datang ..
kembali normal .,
berjalan normal ..
tentukan arah pilihan ..

Monday, December 21, 2009

Dua Puluh

sebuah peremajaan berganti pendewasaan

arah yang salah telah berpindah haluan

mengetahui yang benar ., semakin jelas tujuan ., ibarat pelaut ., mengarungi samudera menuju sebuah pulau ., hingga dimana pulau itu telah terlihat ., tetapi tidak pernah tahu kapan akan sampai disana.
menginjak kepala dua ., melewatkan kepala satu penuh makna ., yang pertama adalah pembelajaran ., selanjutnya pengaplikasian

hal ini bukan sepenuhnya kebanggaan ., hanya rasa syukur jika aku hingga sekarang masih bisa menghirup udara ., mengingat 20thn yg lalu ., tepat tgl ini dan bulan ini ., kehadiranku tidak pernah diharapkan (kata mereka) ., sakit .. mereka yg belum mengetahui siapa aku tetapi seakan sudah menjanjikan kebencian

kata-kata itu bukan rangkaian kata dari seorang romantis yang sedang berpasrah diri sambil memegang mawar merah di tangan kanannya ., dan mengharap kematian atau dunia hancur saat itu ., bukan ! Ini fakta ..

Berlanjut di angka 2 ., si bungsu telah beranjak dewasa ., manis pahit kehidupan sudah pernah dirasakan ., bukan lagi sebagai pelaut mabuk ., penyair bisu ., musisi sumbang ., dan semua yang bernada minor ., bukan lagi yang mencari jalan ., tetapi menentukan arah agar sampai dengan cepat dan selamat ..

harga mati ..

kali ini kubuka semuanya ., dmn aku pernah memasuki lingkungan yang sangat payah ., dimana isinya hanya orang" payah yang gemar membicarakan kekurangan yang lain ., di depan semuanya tampak begitu manis ., namun tampangmu dari belakang merupakan sosok iblis yang menjanjikan keterpurukan bagi semua umat ! seakan-akan seperti malaikat ., ya ., malaikat palsu ., yang membicarakan omong kosong ., memutarbalikkan fakta ., berpura mengetahui akan ketidaktahuannya ., kau hakimi aku sebagai setan dengan cara yg digunakan iblis ?? hanya kaummu yang mempercayainya ! yang mengerti dan membuka mata akan melihat fakta ! apa aku membalasmu dgn kekerasan ? mendengar semua itu aku hanya tersenyum ! kubuktikan dengan fakta ., dan orang" yang tidak aku beritahu tidak menyukai kalian dengan sendirinya ! asal kalian tahu ., sekarang kalian hanya bahan cemoohan dari kiri dan kanan kalian ! HAHAHAHAHA . . .


Lagi .. Dan lagi .. Adalah cinta

sakitku ., pencarianku ., kemenanganku ., milikku
sedikit menatap ke belakang ., bukan untuk dikenang atau difikirkan ., mungkin untuk yang terakhir ., sebelum aku tinggalkan belasan yang lalu

dimana aku menemukan cinta pertama ., dan tetap bertahan dengan keruntuhannya ., yang meninggalkan goresan luka dan pengkhianatan ., (tidak perlu banyak terpuruk disini ., cinta pertama hanyalah pembelajaran bagi cinta kedua ., ketiga ., dst sampai cinta sejati itu ditemukan)

selanjutnya ., kutemukan yang berarti ., meski telah tiada ., meninggalkan duka dan pertanyaan ., tapi aku msh bertahan ., dgn segalaku .,

awal pendewasaan ., pertemuan itu ., kedekatan yang singkat ., meninggalkan pilu dan kemunafikan ., yang slalu ada di tengahnya ..

Pencarian panjangku (aku harap ini terakhir) ., seorang yang tak pernah dikira ., yang istimewa ., yang buatku tersenyum ., yang slalu ada dan mengerti aku ., yang melukiskan warna baru ., yang menuliskan syair indah ., yang melantunkan lagu megah ., kaulah sejatiku ..


Terima kasih untuk semua yang telah memberikan warna yang berbeda di tiap waktunya ., di hidupku .,


For all the glory

inner the family ties ., and friendship is all above ., the greatest motivator ., agung ., pedro ., boris ., redi (happy b'day to you too)
aku merasa bahagia bersama kalian ., yang slalu menerima kekuranganku ., tidak ada kemunafikan ., dan murni atas kebutuhan kalian sendiri ., hebat !

Yang lainnya ., yang telah ada ., terima kasih ., kalimat dariku ., "yang mampu bertahan hanya yang mengerti" ., diperuntukkan untuk siapa saja yang masih bertahan dgn segala kekuranganku ., inilah aku ., bukan perwujudan kemunafikan ., kukeluarkan seluruh kekuranganku ., dengan itu aku mengetahui siapa yang mengerti .,

kebahagiaanku ., merupakan keharusan bagi mereka yang mengerti untuk menjadi bagian dari ini ..
Mari kita sama" berdoa bagi apapun yang menjadi impian serta harapan . . .

terima kasih ku ..
Allah ., family ., al-moya ., agung ., rangga ., fajree ., cassavana + crew & management ., sakata ., ipik ., misky .,

hats off and applause to you all !!

Wednesday, 23 September 2009 at 01:07

Setengah Nyawa ..

Perlahan menghampiri, memberi arti, menanamkan prinsip-prinsip hidup, hingga menjadi pusat dunia nya.
tak selalu benar yang terlihat, dan tak banyak salah yang terasa, hanya kebiasaan.
karena itu, aku pun ada.
memahami sejenak apa itu inginku, serta inginnya. yang sering menjadi masalah.

tak pernah kupaksakan semua itu, inginku, ketulusannya ..
atas semua perlakuannya, pemberiannya, pengorbanannya, dan semua tentangku ..
hanya itu, ketulusan ..

rasa takut selalu menghantui setiap bernyawa, tak terkecuali dia ..
kehilanganku, salah satu dari sekian banyak ketakutannya ..
kehilangannya, hal sama dariku ..
hanya saja, aku lebih takut, jika rasa takut itu menutupi segalanya, bahkan rasa itu ..
rasa menyayangi telah terganti dengan rasa memiliki, yang kadarnya akan sangat jauh berbeda .,
karna itu kurasa, bukan kuucap ..

jika hanya ada rasa itu, sungguh, aku takut, karena aku, bukan untuk dimiliki, tapi disayangi..
tak banyak alasan serta cara untuk memiliki, namun beribu alasan serta cara untuk menyayangi ..
ingat itu, aku tak akan pergi, tak perlu kau miliki, aku milikmu ..
tak perlu kau berlebih, aku di sisimu ..
cukup, jadilah dirimu sendiri ..

apa yang berada di depan, hadapilah, ketakutan itu hanyalah penghambat langkah.
semua di depan, tantanganku, harapan kita, mimpi-mimpi itu, perasaan pertama, hingga sesuatu yang belum ada.
fikirkan itu, bukan rasa takutnya.
aku disini, tidak menekanmu, memburu-buru itu, apalagi menilai hasilnya.
prosesnya, adalah tetesan-tetesan dari sebuah harapan baru, yang memenuhi semua aku.

**hingga terucap sebuah kalimat, bahwa aku, adalah setengah nyawa dari nya.
itu adalah sebuah baru baginya, mungkin terlalu lebih, hanya saja, ia tak dapat mengutarakan apa yang ia rasakan, itu saja.

dan aku, yang memberinya pertanyaan-pertanyaan, yang aku kira jawabnya akan seperti biasa,
kali ini, aku diberi sebuah pilihan, yang berarti jawabannya ..
hingga itu, aku bangga ..
karena inti dari semua ini, adalah pilihan, bukan komitmen, bukan keinginan ..

lagu dariku tak pernah dirubah, tetap itu, cobalah mengerti, karena memang itulah pemaknaan
apa yang telah menjadi rasa nya, atau yang sering disebut itu cinta,
ku harap itu ia tak mengartikan secara pandangan atau lingkup kecil,
tapi ku harap ia merasakan, karena dengan itu, sangat luas untuk mengutarakannya ..

bukan cinta pertama ku bukan berarti aku tak mencintainya .,
orang mengatakan cinta pertama adalah rasa yang sangat dalam kadarnya, lalu ketika harapannya sudah hilang ?? apa selanjutnya ??
dan aku, yang lebih percaya cinta sejati dibanding cinta pertama ..
aku dianggap cinta pertama nya,
dan aku menganggap ini cinta sejatiku,

lalu apa jadi nya ketika semua ini telah menemukan pencariannya, yaitu arti ..
dan ketika yang terjadi adalah keduanya itu menjadi satu ..

** lingkaran emas itu akan melingkari jari manis kita ..
semoga saja ..

Wednesday, 27 May 2009 at 04:18

Rahasia Besar

Antara pengakuan, kejujuran, dan keterbukaan ..
dimana itu, aku sangat menerima segalanya ..
membangun kembali kepercayaan itu ..
sebuah rahasia besar, misi besar, demi satu tujuan ..
yaitu sama ..

kehadiran seseorang, yang dimulai dari awal ..
dan bertujuan menyelesaikannya hingga akhir ..
sungguh sebuah kemunafikan, ketika itu dibuat, lalu diawali ..
tidak ada penyelesaian, hanya sebuah rahasia besar ..
namun itu tidak ..
semua yang telah diawali .. haruslah diakhiri ..
dengan sangat indah ..
dan semua akan tercengang melihat kemenangan kami (bukan mereka)

kurasakan perihmu, kurasakan ..
sungguh, ini tidaklah mudah ..
hanya bagiku .. inilah sebuah awal ..
dimana kita .. mencari tempat berlabuh ..
suatu pulau ,, tempat untuk kita ..
menghabiskan sisa waktu kita ..
hingga salah satu diantara kita ..
MATI ..
tanpa ada yang lalu ,,
yang lalu ..

telah terhapus kini ,, sebuah waktu ..
demi aku.. bukan, demi dirimu sendiri ..
lalu untukku ..

hingga tiba sebuah pengakuan ,,
bahwa itu ..
karena aku ,,
ada sebuah kahidupan baru ..
dimana semua itu hanya tentang aku ..
yang serba pertama ..
penampilan baru mu, waktu yang panjang itu, tidur mu ..
dan yang terbaik, semangatmu ..

"tidak ada kalimat yang dapat mendeskripsikan itu" ..
itulah yang mereka katakan ,,
bahwa seseorang itu ,,
adalah seseorang yang begitu berarti ,,
yang tak dapat terbandingkan .. dengan apapun ..

hingga tiba sebuah pertanyaan .. apa itu cinta ??
jawabnya ..
seperti yang mereka katakan ..
itu anugrah ..
yang itu dirasakan oleh kita masing-masing ..
bukan apa kata mereka ..
yang kurasakan saat ini .. Indah ,,
hampir sama seperti aku mencintai orang-orang yang merawatku ..
yang membuatku menjadi seperti ini ..
yang hingga saat ini aku masih bisa mengutarakan mu lewat tulisan ini ..

mengertilah .. apa yang aku lakukan ..
untukmu ..
dan apa yang kau lakukan ..
untukku ..
karena semua itu .. untukmu sendiri ,, juga untukku sendiri ..
dasar dari semua itu ,,
adalah cinta ..

hingga tercipta sebuah prediksi ..
yang itu ada padamu ,, juga padaku ..
yang akhirnya tercipta sebuah pengungkapan ..
"aku merasa aku sampai akhir denganmu"

mari .. kita lewati jalan ini ,,
menuju pintu itu ..
bersama ..

Tuesday, 31 March 2009 at 01:52

What Else ??

Jika apa yg aku harapkan sama dengan apa yg ia rasakan ..
mengapa kemunafikan selalu muncul di tengah-tengahnya ??

yang hanya sebatas itu ..

tetapi akan lebih suit menerima jika apa yang aku harapkan tidak sama dengan yg ia rasakan ..

Saat semua telah diberikan ..
saat tak ada lg yg bisa dilakukan
saat hanya bisa berdoa
dan saat apa yang diharapkan berbeda dengan kenyataan

tidak ada penyesalan .. yang ada hanya rasa itu ..

dan itu .. lebih baik mati daripada memilih hidup 1 detik dalam penyesalan ..

saat semua harapan padanya telah sirna ..
saat mulut berhenti berkata ..
dan saat hati menjadi buta
pantaskah aku untuk terus menunggu ??

saat ada jawaban ..
bahwa aku tidak dapat lagi menemuinya ..
sekarang ,, esok ,, dan seterusnya ..

Cinta itu terhalang janur ..
dan saat sayang terpisah maut ..
lalu siapakah diantaranya ??

dua itu yg ada dan selalu ada di hati ..
dimanakah masa depannya ??

adakah di masa lalu ku ??
ataukah masa lalu ku ada di masa depan ??

dan saat semuanya telah menjadi tenang ..
terusik oleh kedatangan seseorang ..
dan itu bukanlah sebuah harapan sebelumnya ..
dan bukan ingin ku ..

saat itu ..
dan ..
saat ini ??

Saturday, 07 February 2009 at 21:30

Kehadirannya ..

Pilu yang terjadi, seakan menghapus semua senyumku
semua tentang itu, pasti tentang itu, dan masih tentang itu
tak pernah tersadari, bahwa itu tak pernah akan terulang
sesalku tak pernah datang, tetapi pilu tak pernah terhapuskan
perjalanan panjang seorang tak berguna sepertiku, harus dilewati berbagai pilu
entah apakah maksudnya, tetapi ku tak pernah menampik, bahwa itu .. adalah sakit
sakit dimana engkau harus menerima hukuman atas apa yang tidak pernah engkau perbuat
sakit dimana engkau dibawa melayang ke langit tingkat tujuh, lalu engkau dihempaskan sampai ke dasar bumi
sedangkan, yang menaikkanku kembali hanya mereka, bukan dia yang hempaskanku

Perjalanan penuh makna nan singkat pun dimulai, dimana semua itu tercipta sebuah getaran, yang seakan tidak akan pernah ingin hilang dalam fikiran
ku tak pernah bosan untuk mencari, disaat perjalanan tersebut mulai terasa sangat hebat
kau menambahkannya,
malam itu cuaca terasa panas, jelas sekali, karena itu suasana pantai
meskipun jauh, kau tetap terasa ada, kehadiranmu ..
kau menjadi selimut dingin malam panasku, kau menjadi pengusir nyamuk nyamuk yang mengusikku serta mereka
Pencarianku ..
Kehadiranmu ..

Hingga detik ini, sampai aku dan kau tersadar satu hal, pernyataan dariku, dan pengakuanmu ..
kau yang slalu merasa memiliki kekurangan, kau yang merasa sering tidak pantas,
dan aku, yang tetap mempercayai, bahwa kau adalah sesuatu yang istimewa,
ku mohon, meski kau merasa seperti itu, tapi untuk saat ini percayalah padaku,
bahwa kau istimewa,
meski jika orang lain berkata lain, percayalah, ku tetap percayaimu, dan tetap percaya kata-kataku
karena kau telah membuktikannya ..
kau, yang menyadarkanku, yang perhatikan kata-kataku, yang mengerti masalahku, yang berkomentar banyak tentang itu,
dan saat itu aku membutuhkan semuanya ..
kau lah yang telah hadir ..
menamparku, membangunkanku, mengangkatku, mengingatkanku, dan menyadarkan kehadiranmu ..
tertawaku lepas, yang sudah lama ku tak merasakannya,
karena mereka, karena kau ..
kehadirannya .. aku hidup

hingga sekarang kau selimut malamku, menemaniku, menghangatkanku, meneteskan secerca harapan baru, melupakan itu,
dan kau, menggantikan itu
ku harap, ku sangat sangat tepat, dan kau sangat sangat sangat tepat
begitu banyak persamaan, tapi ku mencari perbedaan
ku ingin kita dapat saling melengkapi
lalu ku akan mencintai, semua kekuranganmu
karena dengan itu, ku dapat terus menerima perubahan darimu

Hingga saat nanti,
dengan kehadiranmu,
kuharap apa yang kita rasa ..
itu sama ..

dan ku dapat tertawa lepas (lagi)
karena kehadirannya ..

Friday, 20 February 2009 at 02:56

tidaklah salah, hanya kurang tepat

seiring dengan kebersamaan
segalanya merubah yang sebelumnya
itu merupakan bukan inginku
itu dasarku ingin melindungimu ..

tahukah kau ?? jika aku bisa memilih ..
takkan kupilih (kau) yg aku cintai ..
apa kau sadar ..
cinta itu anugrah ..
tak pernah kurancang ini ,,

mungkin tidak salah, hanya kurang tepat ..
buktinya ??
hubungan itu ..
yang lalu ..
tak seburuk ini ..
karna terlalu berani dalam mengadukkan perasaan ..
hingga saat ini seperti ini ..

sekarang ,, aku ,, dia ,, mereka ,,
merasakan itu ..
sekarang ,, untuk menjagamu pun aku bahagia ..
meski hati ini tak kuasa menahan ,,
bahwa aku sulit untuk menerima ..
kenyataan bahwa ..
cintaku .. temanku .. sahabatku ..

LINGKARAN BULAT ITU, KINI MULAI MELENGKUNG, MEMBENTUK SEBUAH HATI ...
 
 
Blogger Templates